Home

News

Programs

Teaching Programs

Background

The Foundation

Sponsors

People

Dogs

Volunteering

Donations

Contact

Email Us



London, Head Office


Sydney Australia  Office

 

 

 

 

 

 

Hit Counter

Yayasan Yudisthira Swarga
Bali Street Dog Foundation

NEWS

BALI FAIR and DOG SHOW
ANNOUNCED
FOR 21-22 OCTOBER!!!


Menyelamatkan anjing-anjing jalanan di Bali

Rontoknya bulu-bulu anjing yang disertai dengan kudis serta penyakit kulit lainnya

Bali… kecantikan alami dan keunikannya telah mengundang kedatangan wisatawan dari berbagai dunia. Namun di tengah-tengah keindahan itu, kita bisa lihat sejumlah besar anjing jalanan berkeliaran di mana-mana. Mereka berpenyakit kulit, kelaparan dan kadang-kadang membahayakan. Mereka menghidupi dirinya sendiri dan berkeliaran dengan bebas di jalanan dan pantai, di sekitar restorant dan di daerah wisata. Jumlahnya yang banyak dan kondisi kehidupan yang sangat jelek menyebabkan lingkungan yang tidak aman dan tidak menyenangkan bagi setiap orang.

Klinik Hewan PSKH – UNUD, tercatat pernah memperhatikan anjing-anjing jalanan sebelum yayasan ada dengan upaya melakukan kontrol populasi, a) bekerja sama dengan Desa Batu Bulan, Ds. Jimbaran dengan memanfaatkan dana dari Lembaga Pengabdian Masyarakat, UNUD. Ini tidak bisa dilanjutkan karena kesulitan dana, b) Kastrasi masal. Sebagian besar anjing tersebut menderita penyakit kulit, cacingan dan luka yang terinfeksi. Banyak darinya di rubung oleh ulat, menderita kelainan kulit, mendapat gangguan cacing dan parasit lainya. Luka yang tidak diobati dan kecelakaan sering kali menyebabkan putusnya anggota gerak.

Sebaliknya, anjing yang dipelihara dengan penuh kasih sayang dan mendapat perawatan yang sepatutnya adalah bersih dari penyakit, sangat lincah dan ceria, serta ikut memberikan sumbangan terhadap keindahan pulau Bali.

Salah satu contoh rontoknya bulu-bulu pada anjing jalnan yang menderita akibat penyakit kulit dan kurangnya gizy pada makanan 

Kondisi yang menyedihkan dari anjing tersebut bertolak belakang dengan kesan positif dari Bali sebagai tujuan wisata yang eksotik. Yayasan Yudisthira atau Yayasan pengayom anjing-anjing jalanan didirikan untuk mencegah kondisi yang tidak diinginkan itu dengan cara melakukan aktivitas yang semata-mata untuk memperbaiki kondisi anjing jalanan dan mengurangi jumlah anjing jalanan tersebut.

Kami mengajak anda untuk menelusuri ke website kami, dan mempelajari tentang kegiatan kerja yayasan.   Silahkan menghubungi kami jika ada pertanyaan atau membutuhkan pertolongan.

Cerita tentang Yudisthira

Yudisthira adalah nama dari seorang ksatria yang mempunyai sifat sangat agung. Ketika perang Barata yuda usai, dan menewaskan hampir seluruh keluarga Kurawa dan Pandawa yang bertikai, tinggallah Yudisthira. Dalam perjalananya menuju surga bersama kelima saudaranya Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa hanya Yudisthira dan anjingnya yang berhasil mencapai surga (Moksa) dimana orang-orang disana menyambutnya dengan baik. Untuk masuk ke surga mereka memberikan tandu kepada Yudisthira untuk di duduki, tetapi Yudisthira meminta mereka supaya anjingnya ikut pula di tandu. Jelas saja mereka sangat marah atas permintaan Yudisthira ini karena anjing tidak layak untuk di tandu karena dia bukanlah manusia. Yudisthira tetap tidak mau di tandu, jika anjingnya tidak ikut serta. Pada saat itu anjing yang selalu bersama Yudisthira menjelma sebagai seorang dewa, dan kemudian dia menjelaskan kepada semua mengapa dia menyamar sebagai anjing. Dewa tersebut menjelaskan bahwa dia menguji kesetiaan yudisthira terhadap binatang. Akhirnya Yudisthira masuk ke surga.

Karakter dari yudisthira ini adalah sebagai symbol kebuadayaan pendududuk Bali yang mempunyai sifat agung, dan karakter seperti ini sama pula di anut oleh orang asing dimana mereka juga mempunyai kebudayaan dan percaya dengan adanya suatu kebaikan tanpa meminta pamrih.

 

Yayasan anjing jalanan yang lain

Ada sedikit kesalah pahaman baru-baru ini tentang perbedaan  yayasan Yudisthira atau pengayom anjing jalanan, dengan kelompok lain yang juga berusaha menyelamatkan anjing Bali yang dipimpin oleh Pam dan Denise.  Pam dan Denise bekerja dengan baik tetapi kami tegaskan bahwa mereka bukanlah bagian dari yayasan Yudisthira Swarga.