|
Menurut ketua perkumpulan dokter hewan di Bali diperkirakan
ada 600,000 sampai 1 juta anjing Bali yang
benar-benar tersesat di jalan dan ada juga yang semi tersesat. Kami menyebutnya dengan sebutan anjing
jalanan. Kebanyakan dari anjing ini
tidak dianggap sebagai binatang peliharaan, lain halnya yang dilakukan oleh orang asing. Dalam hal ini orang yang hanya memberi makanan
sisa lalu membawanya, tetapi anjing tersebut hampir tidak pernah diijinkan untuk berada di
rumahnya atau memberinya obat-obatan yang diperlukan untuk perawatan dan kelangsungan
hidupnya. Kebanyakan anjing-anjing tersebut
di perlukan hanya untuk menjaga keselamatan dirinya sendiri. Masalah utama yang melekat pada binatang ini adalah: masalah parasit kulit dan jamur, parasit dalam tubuh, virus parvo, distemper dan kekurangan gizi. Baru-baru ini, juga muncul penyakit yang di sebut kennel cough. Untungnya, tidak ada laporan yang menyebutkan adanya penyakit rabies. Hindu dalam lingkup penduduk Bali Orang-orang Bali yang menganut agama hindu ( 90% dari
jumlah penduduk Bali sebanyak
.) percaya dengan cerita Yudisthira, dimana cerita ini
telah diterapkankan sejak lahir. Karena
anjing tersebutlah yang membimbing Yudisthira menuju surga.
Anjing-anjing merupakan hal yang
penting untuk beberapa upacara dan digunakan untuk persembahan. Semua orang Bali percaya dengan apa yang disebut
Karma Pala dan Punarbawa (reinkarnasi). Banyak anjing memakan sesajen yang dihaturkan orang
Bali, dimana persembahan itu di letakkan di tanah, di luar rumah dan warung-warung. Sesajen ini dihaturkan untuk bhuta kala dalam
agama hindu dan sesajen itu kadang-kadang berisi sedikit daging sebagai simbol darah. Sering sekali anjing-anjing ini hanya mencari
proteinnya saja. Menkonsumsi daging anjing Ada terdapat restoran kecil sebut saja warung
anjing dimana mereka menjual makanan yang terbuat dari daging anjing. Sering kali daging-daging ini berasal dari
daging-daging anjing jalanan yang sengaja diburu untuk diambil dagingnya, Sangat
mengejutkan untuk di dengar bagiamana orang-orang terlibat dalam penangkapan anjing,
mencuri anjing jalanan atau anjing peliharaan untuk keprluannya sendiri, sangat tidak
manusiawi. Mereka lebih senang untuk
menangkap anjing peliharaan karena anjing-anjing tersebut lebih bersahabat, mudah di
tangkap dan lebih gemuk. Pemerintah hanya
diam mengetahui hal ini. Sekarang ini
banyak sekali masyarakat dari etnis tertentu yang datang ke Bali dari berbagai pulau
Indonesia, di mana orang-orang ini senang sekali memakan daging anjing dengan alasan yang
tidak masuk akal, menjadikan masalah makin meningkat. Dokter
hewan Jumlah dokter hewan yang berada
di Bali di perkirakan kurang lebih sekitar 400 orang baik itu yang berpraktek swasta
maupun yang bekerja sebagai dokter hewan pemerintah.
Namun demikian, tidak semua yang praktek dalam kondisi yang sulit. Dari 400 dokter hewan yang ada, 10 orang dokter
hewan berjuang bersama Yayasan dalam menangani anjing-anjing jalanan. Ada rasa enggan pada beberapa dokter hewan yang
membantu yayasan karena mereka takut itu akan menghambat bisnis mereka. Oleh karena itu, Yayasan memiliki peraturan untuk
tidak melakukan perawatan terhadap binatang peliharaan.
Namun demikian, Sebagiamana diketahui sebelumnya hubungan antara binatang
peliharaan dan anjing jalanan sering tidak jelas.
|