Kevin.jpg (19421 bytes)

Home

News

Programs

Teaching Programs

Background

The Foundation

Sponsors

People

Dogs

Volunteering

Donations

Contact

Email Us


Latar belakang...

Menurut ketua perkumpulan dokter hewan di Bali diperkirakan ada 600,000 sampai 1 juta anjing  Bali yang benar-benar tersesat di jalan dan ada juga yang semi tersesat.  Kami menyebutnya dengan sebutan “anjing jalanan”.  Kebanyakan dari anjing ini tidak dianggap sebagai binatang peliharaan, lain halnya yang dilakukan oleh orang asing.  Dalam hal ini orang yang hanya memberi makanan sisa lalu membawanya, tetapi anjing tersebut hampir tidak pernah diijinkan untuk berada di rumahnya atau memberinya obat-obatan yang diperlukan untuk perawatan dan kelangsungan hidupnya.  Kebanyakan anjing-anjing tersebut di perlukan hanya untuk menjaga keselamatan dirinya sendiri.

Masalah utama yang melekat pada binatang ini adalah: masalah parasit kulit dan jamur, parasit dalam tubuh, virus parvo, distemper dan kekurangan gizi.  Baru-baru ini, juga muncul penyakit yang di sebut kennel cough.  Untungnya, tidak ada laporan yang menyebutkan adanya penyakit rabies.

Hindu dalam lingkup penduduk Bali

Orang-orang Bali yang menganut agama hindu ( 90% dari jumlah penduduk Bali sebanyak….) percaya dengan cerita Yudisthira, dimana cerita ini telah diterapkankan sejak lahir.  Karena anjing tersebutlah yang membimbing Yudisthira menuju surga.  Anjing-anjing  merupakan hal yang penting untuk beberapa upacara dan digunakan untuk persembahan.

Semua orang Bali percaya dengan apa yang disebut “Karma Pala” dan Punarbawa (reinkarnasi).

Banyak anjing memakan sesajen yang dihaturkan orang Bali, dimana persembahan itu di letakkan di tanah, di luar rumah dan warung-warung.  Sesajen ini dihaturkan untuk bhuta kala dalam agama hindu dan sesajen itu kadang-kadang berisi sedikit daging sebagai simbol darah.  Sering sekali anjing-anjing ini hanya mencari proteinnya saja.

Menkonsumsi daging anjing

Ada terdapat restoran kecil sebut saja “warung anjing” dimana mereka menjual makanan yang terbuat dari daging anjing.  Sering kali daging-daging ini berasal dari daging-daging anjing jalanan yang sengaja diburu untuk diambil dagingnya, Sangat mengejutkan untuk di dengar bagiamana orang-orang terlibat dalam penangkapan anjing, mencuri anjing jalanan atau anjing peliharaan untuk keprluannya sendiri, sangat tidak manusiawi.  Mereka lebih senang untuk menangkap anjing peliharaan karena anjing-anjing tersebut lebih bersahabat, mudah di tangkap dan lebih gemuk.  Pemerintah hanya diam mengetahui hal ini.   Sekarang ini banyak sekali masyarakat dari etnis tertentu yang datang ke Bali dari berbagai pulau Indonesia, di mana orang-orang ini senang sekali memakan daging anjing dengan alasan yang tidak masuk akal, menjadikan masalah makin meningkat.

Dokter hewan

Jumlah dokter hewan yang berada di Bali di perkirakan kurang lebih sekitar 400 orang baik itu yang berpraktek swasta maupun yang bekerja sebagai dokter hewan pemerintah.  Namun demikian, tidak semua yang praktek dalam kondisi yang sulit.  Dari 400 dokter hewan yang ada, 10 orang dokter hewan berjuang bersama Yayasan dalam menangani anjing-anjing jalanan.  Ada rasa enggan pada beberapa dokter hewan yang membantu yayasan karena mereka takut itu akan menghambat bisnis mereka.  Oleh karena itu, Yayasan memiliki peraturan untuk tidak melakukan perawatan terhadap binatang peliharaan.  Namun demikian, Sebagiamana diketahui sebelumnya hubungan antara binatang peliharaan dan anjing jalanan sering tidak jelas.